Oleh: Safira Salma Jihadia
Tetesan air turun
Menuruni lereng
Menjelajahi daratan
Setetes demi setetes
Air mata berkata
Hatiku terluka
pelupuk pun tak kuasa
Membendung segenap rasa
Tumpahlah air mata
Seorang terluka
Dia wanita merana
ada obat untuk raga yang terluka
Namun tidak untuk goresan di hati
Semakin dalam tegores
Air mata menetes deras
Hati terluka sulit dilupa
Nah puisi yang barusan itu adalah salah satu puisi yang diikutkan di acara "Realistic"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar