Apakah kalian sadar? Begitu monotonnya dunia ini sehingga
setiap harinya terlihat sama. Tanpa ada sesuatu spesial di dalamnya? Ya! Itulah
yang aku rasakan. Bosan. setiap hari begitu-begitu saja. Ya, paling-paling
hanya ada beberapa kejadian yang membuat hari-hariku berwarna. Tapi entahlah,
hati ini terus saja meronta. Ingin rasanya ku rombak dunia ini dengan segala
pikiranku. Tapi, kurasa dunia ini memang terlalu monoton untuk dapat mewujudkan
keinginan hati yang begitu lama terpendam begitu lama selama aku berada di
sini. Benda. Ya, percaya atau tidak disanalah aku bersekolah sekarang. Jujur saja
aku ingin mengubah beberapa hal di dalamnya. Tetapi tak ada penggerak yang
dapat menggerakkan aku dan teman temanku untuk melakukannya. Kan tidak mungkin
jika aku melakukannya sendiri. Karena itulah sekarang aku sangat bersyukur.
Beginilah ceritanya..
Hari sudah gelap setelah beberapa kali speaker itu berbunyi.
Tanda waktu belajar malam tiba. Yah, seperti biasa aku pergi dengan jaket biru
dan tas gendong hitam-pink yang ku panggil tas biru itu. Berjalan dari asrama
putri ke gedung sekolah yang bernama Shidiq Amien. Melalui mading bahasa dan
menapaki beberapa anak tangga menuju kelasku. Beberapa orang berlalu-lalang
dengan makanan ringan di tangan mereka. Beberapa lagi mengerjakan tugas atau
hanya sekedar menikmati angin malam di pinggir balkon. Aku pun memasuki kelas
dan menyimpan tas di atas meja. Lelah merasukiku begitu saja. Tanpa rasa sopan
pada dirinya. Hahaha dia memang selalu begitu di tiap hariku. Jadi aku selalu
memakluminya jika lelah itu mampir dalam hidupku.
Kemudian, aku pergi keluar untuk menyelesaikan beberapa
urusan. Tapi tak lama, seseorang berseru agar segera masuk ke dalam kelas
karena ada sesuatu yang akan di sampaikan. Ketika aku masuk, terlihat tiga
sosok asing yang tidak biasa ada di dalam kelasku. Tapi, aku mengenal mereka
ternyata. Aku pun duduk di bangkuku yang berada paling depan dan menyimaknya
baik-baik.
Ya Allah aku bergitu terhenyak saat itu. Bukan apa-apa…. Aku
bahagia sekali. Sangat bahagia bahkan tak dapat tergambarkan. Obat kegalauanku
selama ini yang sebenarnya hadir begitu saja di hadapanku. Saat seseorang
menuliskan sesuatu di papan tulis kelas. Tepat di hadapanku. Entahlah, intinya
aku sangat bahagia.
Minggu depan akan di adakan acara bernama “Realistic”. Acara yang
pertama kali di selenggarakan oleh Ummahatul Ghad Tsanawiyah (organisasi
sekolah semacam OSIS). Acara yang mengadakan lomba jurnalis. Diantaranya adalah,
Blog, Pembawa acara, Wartawan, Fotografer, Cerpen, Cergam, Puisi, dan kelas
terkreatif. Ah! Bagaimana mungkin aku tidak bahagia! Sangat bahagia sekali. Meskipun
satu hal yang membuatku bertambah bimbang adalah memutuskan lomba apa yang akan
ku ikuti. Aku ingin mengikuti semuanya sebenarnya. Atuhlah…. Yah, tapi
bagaimana lagi, aku tetap harus memilihkan? Dan akhirnya aku memilih untuk
mengikuti lomba blog.
okey. dan satuhal lagi yang mengatasi kemonotonan ini. aku senang dapat menghias kelasku. Ah, akhirnya keinginnanku yang satu ini dapat tercapai. kemonotonan kelasku yang begitu-begitu saja dapat teratasi dengan kelas bertema antariksa. mungkin hanya ini yang bisa aku ceritakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar